Pekanbaru – Majalahriau.com – Program bantuan seragam sekolah gratis bagi siswa SMA dan SMK di seluruh Provinsi Riau disambut gembira oleh masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu. Bantuan ini dinilai meringankan beban orang tua menjelang tahun ajaran baru, di tengah tingginya biaya kebutuhan hidup.
Sejumlah orang tua siswa mengaku bersyukur atas perhatian Gubernur Riau Abdul Wahid terhadap dunia pendidikan tersebut. Salah satunya, Siti Aminah, warga Kabupaten Kampar, yang menyebut bantuan seragam ini menjadi kado berharga bagi anaknya yang baru masuk SMA.
“Alhamdulillah, kami sangat terbantu. Kalau harus membeli seragam sendiri, biayanya cukup berat. Dengan adanya program ini, anak bisa sekolah lebih semangat tanpa harus khawatir soal pakaian,” ujarnya, Rabu (21/8).
Program ini mencakup pembagian seragam sekolah lengkap bagi siswa baru yang kurang mampu. Pemerintah Provinsi Riau menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerataan akses pendidikan, agar tidak ada anak yang putus sekolah hanya karena alasan biaya.
Kepala Dinas Pendidikan Riau, Erisman Yahya melalui telefon seluler menegaskan, bahwa bantuan ini tidak hanya soal pakaian, tetapi juga simbol kepedulian negara terhadap masa depan generasi muda. “Kami ingin memastikan setiap anak Riau memiliki kesempatan yang sama untuk menempuh pendidikan, tanpa terkendala oleh faktor ekonomi,” katanya.
Saat ini pihak sekolah sedang melakukan verifikasi dan mendapat siswa miskin yang akan mendapatkan bantuan seragam tersebut. Dan pihak sekolah di delegasikan secara langsung untuk menyediakan perlengkapan seragam tersebut, dengan menentukan sendiri pihak konveksi, sedangkan anggaran bersumber dari dana BOS.
Masyarakat berharap, program seperti ini bisa terus berlanjut dan ditingkatkan, sehingga makin banyak siswa yang merasakan manfaatnya. Selain itu, mereka juga mendorong adanya bantuan lain, seperti buku dan perlengkapan sekolah, agar beban orang tua semakin ringan.
Dengan adanya seragam gratis ini, raut bahagia tampak di wajah para siswa yang kini bisa melangkah ke sekolah dengan percaya diri. Program ini menjadi bukti nyata program kampanye Abdul Wahid dan SF Haryanto, beberapa waktu lalu, bahwa pendidikan adalah hak setiap anak, tanpa kecuali. Tim










