{"id":1748,"date":"2025-07-23T04:25:45","date_gmt":"2025-07-23T04:25:45","guid":{"rendered":"https:\/\/majalahriau.com\/?p=1748"},"modified":"2025-07-23T04:25:46","modified_gmt":"2025-07-23T04:25:46","slug":"jalur-mana-dikehendaki-tuhan-sholat-istiqosah-atau-tabur-garam-di-langit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahriau.com\/index.php\/2025\/07\/23\/jalur-mana-dikehendaki-tuhan-sholat-istiqosah-atau-tabur-garam-di-langit\/","title":{"rendered":"Jalur Mana Dikehendaki Tuhan: Sholat Istiqosah atau Tabur Garam di Langit?"},"content":{"rendered":"\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Ketika langit Riau kembali diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), masyarakat menatap ke atas dengan harap. Mereka memohon datangnya hujan, sebab hanya air dari langit yang mampu memadamkan kobaran api yang membakar ratusan hektar lahan gambut. Namun, di tengah keresahan itu, muncul dua jalur yang berbeda dalam meminta hujan turun: sholat istiqosah dan teknologi modifikasi cuaca melalui tabur garam di langit.<\/p>\n\n\n\n<p>Dua pendekatan ini seolah merefleksikan dua cara pandang manusia terhadap alam: satu bersandar pada spiritualitas, dan yang satu lagi pada teknologi. Lalu, jalur mana yang sebenarnya dipilih Tuhan?<\/p>\n\n\n\n<p>Jalur Langit: Doa yang Dikumandangkan dari Tanah<\/p>\n\n\n\n<p>Sholat Istiqosah bukan sekadar ritual keagamaan. Bagi sebagian masyarakat Riau, terutama yang hidup berdampingan dengan alam dan tradisi, istiqosah adalah bentuk ketundukan dan keinsafan. Dalam barisan sholat berjamaah, tangis dan harapan menyatu dalam seruan doa, meminta Allah SWT menurunkan rahmat berupa hujan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sudut pandang ini meyakini bahwa alam memiliki ruh. Ketika ia disakiti, maka Tuhan pun bisa menahan rahmat-Nya. Maka, dengan istiqosah, umat manusia memohon ampun dan menata ulang hubungannya dengan alam.<\/p>\n\n\n\n<p>Jalur Sains: Garam yang Dilarung ke Langit<\/p>\n\n\n\n<p>Di sisi lain, pemerintah dan tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama TNI-AU memilih pendekatan ilmiah: melakukan modifikasi cuaca. Dengan pesawat Hercules, mereka menaburkan ton demi ton garam ke awan-awan yang berpotensi hujan. Tujuannya satu: memicu proses kondensasi agar hujan turun lebih cepat.<\/p>\n\n\n\n<p>Teknologi ini telah digunakan bertahun-tahun dan dianggap cukup efektif, meski sangat bergantung pada keberadaan awan. Kepala BMKG Riau, Ir. Taufik Hidayat, menjelaskan bahwa \u201cdalam kondisi tertentu, teknologi ini bisa mempercepat datangnya hujan dan mencegah kebakaran meluas.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, pendekatan ini juga menuai kritik. Beberapa kalangan mempertanyakan dampaknya terhadap ekosistem jangka panjang dan efektivitasnya bila awan hujan minim.<\/p>\n\n\n\n<p>Tabrakan atau Saling Melengkapi?<\/p>\n\n\n\n<p>Pertanyaannya kini: apakah kedua pendekatan ini saling bertentangan? Tidak selalu. Di banyak desa, masyarakat menggelar sholat istiqosah bersamaan dengan pemerintah melakukan operasi tabur garam. Dua jalur ini berjalan paralel, satu dengan pengakuan akan kuasa Tuhan, dan satu lagi dengan kemampuan manusia memahami ciptaan-Nya.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, yang menjadi renungan adalah: apakah kita hanya berdoa dan berteknologi ketika asap sudah melumpuhkan kota? Di sinilah kritik publik bergema. Riau seolah selalu terlambat\u2014baik dalam bertobat, maupun dalam bersiap.<\/p>\n\n\n\n<p>Akhir Kata: Langit dan Lahan, Satu Doa yang Sama<\/p>\n\n\n\n<p>Pada akhirnya, pertanyaan &#8220;jalur mana yang dipilih Tuhan&#8221; bukan tentang siapa yang benar, tapi siapa yang paling sungguh-sungguh merawat bumi. Tuhan mungkin menurunkan hujan atas permohonan istiqosah yang tulus, atau melalui tangan teknisi yang cermat menabur garam.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun satu yang pasti: hujan tak akan datang bagi mereka yang terus membakar dan merusak. Maka, sebelum kita menatap langit, mungkin sudah waktunya kita menatap diri sendiri\u2014bertanya, siapa sebenarnya yang sedang membakar harapan Riau?<\/p>\n\n\n\n<p>By: Ade Alrantauwi ( Bermastautin di Pekanbaru )<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketika langit Riau kembali diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), masyarakat menatap&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1749,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[43],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-1748","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lifestyle"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahriau.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1748","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahriau.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahriau.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahriau.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahriau.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1748"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/majalahriau.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1748\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1750,"href":"https:\/\/majalahriau.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1748\/revisions\/1750"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahriau.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1749"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahriau.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1748"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahriau.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1748"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahriau.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1748"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahriau.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=1748"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}