Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk melakukan reformasi Polri dan birokrasi setelah bertemu tokoh Gerakan Nurani Bangsa (GNB) di Istana, Kamis (11/9/2025).
Dalam pertemuan itu, GNB mendesak pemerintah membentuk Komisi Reformasi Polri, membebaskan aktivis dan mahasiswa yang ditahan saat demo Agustus lalu, serta menindak aparat yang melanggar hukum.
Prabowo menyambut baik usulan tersebut dan menyebutnya sejalan dengan agenda pemerintahannya. “Reformasi Polri dan birokrasi adalah kebutuhan mendesak demi tegaknya keadilan dan pelayanan publik yang bersih,” ujarnya.
Meski rencana reformasi ini disambut positif, sejumlah pihak menilai keberhasilan langkah tersebut akan sangat ditentukan oleh transparansi, keberanian politik, dan keterlibatan masyarakat dalam mengawasi prosesnya.kompas












