banner 728x250

Disperindag Pekanbaru Stiker “Pengawasan” Gudang Minyak Goreng Bekas Pakai, Pastikan Tidak Ada Aktifitas

banner 120x600

PEKANBARU – Majalahriau.com – Untuk kedua kalinya Disperindag Kota Pekanbaru melaksanakan sidak terhadap gudang minyak goreng yang diduga menjual minyak goreng bekas (jelantah) di Jalan Meranti Kelurahan Labuh Baru Timur, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru pada Jum’at (24/01/2025).

Kali ini petugas Disperindag Kota Pekanbaru menghentikan aktifitas gudang minyak goreng tersebut dengan membuat berita acara bersama pelaku usaha dan juga memasang sticker pengawasan pada tangki, pintu gudang dan juga pintu gerbang (pagar) dari gudang tersebut, dimana sticker bertuliskan “Dalam Pengawasan Disperindag Kota Pekanbaru”.

banner 325x300

Kepada wartawan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru H. Zulhelmi Arifin S.STP, M.Si Kabid Tertib Disperindag Kota Pekanbaru, Riznaldi Ananta Pratama mengatakan sidak kali ini menindaklanjuti aduan masyarakat tentang adanya dugaan penjualan minyak yang terpapar bahan kimia juga dugaan minyak bekas dan sekaligus memastikan agar tidak ada minyak goreng yang keluar dari gudang sebelum hasil uji laboratorium keluar.

“Di tahap awal ini kita memastikan tidak ada jual beli di sana sampai hasil labor keluar, dan wewenang penutupan ada di Disperindag Riau.

Setelah kami cek ternyata minyak di dalam gudang ini didapati ada 3 warna yaitu jernih, buram dan kotor. Dan yang kotor berupa endapan,” ujarnya.

Dijelaskan Riznaldi kami Disperindag Pekanbaru sudah mengambil sampling masing-masing 2 liter untuk 3 warna minyak yang dimaksud dan sudah diserahkan ke Disperindag Provinsi melalui UPT untuk pengujiannya dan tinggal menunggu hasil.

“Kami sudah meminta ke Disperindag Provinsi untuk mempercepat keluar hasilnya dan kami di sini juga memasang sticker pengawasan yang artinya pelaku usaha dalam pengawasan kami,” ungkapnya.

Disperindag juga membuat berita acara dengan pelaku usaha dan terdata minyak goreng sebanyak 156 jerigen kecil, drum biru setengah dan drum petak ada 3 buah.

“Dalam berita acara juga tertuang bahwasanya pelaku usaha berjanji untuk menghentikan sementara aktifitasnya sampai keluar hasil uji laboratoriumnya,” pungkas Riznaldi di lokasi gudang.

Sementara itu Amin, pemilik gudang minyak goreng mengaku, minyak yang datang dari Dumai sebanyak 70 ton 460 kg mengalami penyusutan.

“Minyak yang datang dari Dumai tersebut tentulah mengalami penyusutan bahkan di mobil saja sudah mengalami penyusutan sebanyak 1 ton lebih,”tuturnya.**

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *